TAUBAT DAN DZAT YANG MAHA PEMAAF

Bertaubatlah kepada Allah setiap waktu, karena hal itu dianjurkan dan diperintahkan oleh_Nya. Allah swt, berfirman: “…….Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung.” (Q.S. al_Nur: 31).

” Dan taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, “saya benar-benar bertaubat sekarang.” Dan tidak pula diterima taubat dari orang-orang yang meninggal sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan azab yang pedih.”(Q.S. An_Nisa’: 18.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan taubat hingga datangnya ajal pada saat itulah pintu pertaubatan benar-benar tertutup bagi siapapun Maka bertaubatlah, karena taubat merupakan sarana yang mengantar kita pada Dzat Yang Maha Pemaaf. Seberapapun dosanya manusia—setinggi langitkah, sedalam lautkah, seluas samuderakah, atau sebesar gunung—asal ia mau menghadap Allah, maka pintu maaf akan segera terbuka untuknya. Dari Abu Musa (namanya) Abdullah bin Qais Al-Asy’ari r.a., dari nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan_Nya di waktu malam, agar orang yang berbuat keburukan di waktu siang bertaubat (lalu diterima oleh_Nya) dan membentangkan tangannya di waktu siang, agar orang yang berbuat keburukan di waktu malam bertaubat, hingga matahari terbit dari arah barat (di waktu pagi, dan saat itu taubat tidak berguna dan Allah tidak menerimanya).” (H.R. Muslim)

 

Oleh karena itu, usahakanlah untuk senantiasa bertafakkur. Renungkan apa yang telah engkau perbuat pada siang hari. Apabila ternyata engkau menghabiskan siang harimu dengan ketaatan, maka bersyukurlah. Namun apabila ternyata engkau melakukan maksiat, maka sesalilah serta cepat beristighfar dan bertaubat kepada Allah. Tidak ada majelis bersama Allah yang paling bermanfaat bagimu selain majelis tempat bertafakkur. Jangan bertafakkur sambil tertawa gembira. Namun sesalilah dirimu dengan jujur dengan wajah penuh makna penyesalan, disertai kalbu yang sedih dan perasaan hina  mengetuk-ngetuk pintu maaf memohon ampunan. Apabila engkau lakukan pasti Allah mengggantikan kesedihan dengan keceriaan, kegelapan dengan cahaya, ketertutupan dengan ketersingkapan dan segala dosa diampunkan oleh_Nya.

Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: demi Allah!!sesungguhnya aku membaca istighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari, lebih dari tujuh puluh kali.” (H.R. Bukhari). Hadits tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah yang terjaga dari melakukan dosa, maksiat, akan tetapi beliau membaca istighfar dan bertaubat untuk memberi pelajaran kepada umatnya atau menunjukkan sifat Rasulullah yang amat merendah kepada Allah, beliau juga ingin mendapat pahala yang banyak dengan membaca istighfar dan bertaubat supaya diampunkannya dosa umatnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: