NIAT DAN PENGABDIAN

Mengabdi kepada Allah, sang pencipta (khalik), merupakan fitroh bagi semua ciptan_Nya, tanpa terkecuali manusia. Kalau boleh dijabarkan, berarti mereka tidak boleh melakukan sesuatu kecuali dalam rangka mendatangkan keridhoan_Nya.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah_Ku”. (Q.S. adz-Dzariyaat (51):56)

            Dengan hanya mencari ridho Allah semata, lewat pengabdian, kita akan mendapatkan cinta_Nya. Sedangkan keridhoan Allah hanya bisa diraih jika dalam setiap melakukan pengabdian disertai niat yang ikhlas dan dibenarkan syari’at. Dengan demikian perlindungan dan pertolongan_Nya pun akan datang pada kita dengan sendirinya. Allah berfirnan:

“Mereka hanya diperintah untuk menyembah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama (bukan untuk sesuatu, kecuali ridho Allah) dengan lurus (tidak bertentangan dengan syari’at rasul), mendirikan sholat (lima waktu) dan memberikan zakat mal. Itulah agama yang lurus.” (Q.S. Al-Bayyinah:5)

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad (47):7).

Dalam kitab Riyadhussholihin di jelaskan:

Dari Amiril Mukminin-Abu Hafash-Umar bin al-Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdillah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Ka’ab bin Luayyin bin Gholib al-Qurasyi al-Adawi r.a. berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya. Sesungguhnya tiap-tiap orang mempunyai sesuatu yang diniati (baik maupun buruk). Maka, barang siapa yang berhijrah (dari tempat tinggalnya ke madinah) untuk mencapai ridho Allah dan rasul_Nya (dan hijrah tersebut diterimaNya). Barang siapa yang hijrahnya untuk mencari harta dunia atau seorang perempuan yang akan dikawininya, maka hijrahnya (bukan untuk mencapai ridho Allah dan Allah tidak menerimanya), tapi hijrahnya untuk tujuan hijrah itu sendiri,” (H.R. Muttaaq alaih).

Dari Aisyah r.a., dia berkata: “Nabi saw. Bersabda: “Tiada hijrah setelah pembukaan kota Makkah (setelah Makkah ditaklukkan, hijrah ke Madinah tidak dianjurkan, sebab kota Makkah sudah menjadi satu dengan kota Madinah-yakni keduanya dikuasai oleh Rasulullah saw). Yang ada (dan yang dianjurkan) hanyalah jihad dan niat (yang baik). Bila kamu diajak pergi berperang, maka pergilah (selama yang mengajak adalah ulil amri yang ditaati).”

            Hadits tersebut di atas menunjukkan bahwa pengabdian menuju keikhlasan adalah hal sangat penting dan merupakan amalan yang berat. Sesungguhpun demikian, bisa diterima oleh Allah Yang Maha Belas Kasih kalau disertai niat yang ikhlas untuk mencapai ridhoNya, bukan untuk kepentingan lain.

            Untuk itu jika kita hendak mengabdi dan melakukan segala sesuatu, sebelum melangkah, luruskanlah niat terlebih dahulu. Luruskan niat dan berazzam kuat hanya untuk mengabdi pada_Nya  agar senantiasa mendapatkan pertolongan Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: