KESAKSIAN DI HARI KIAMAT

“Akan datang hari, mulut dikunci

Kata tak ada lagi

Akan tiba masa, tak ada suara

Dari mulut kita

Berkata tangan kita

Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita

Kemana saja dia melangkahkannya.

Tidak tahu kita

Bila harinya

Tanggung jawab kita”

            Lirik yang dinyanyikan oleh chrisye yang dibuat oleh taufik ismail dan terilhami dari surat yasin ayat 65, senada dengan: “Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh allah di giring ke dalam neraka lalu mereka dikumpulkan (semuanya) sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka, ‘mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?’ kulit mereka menjawab, ‘Allah yang telah menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada_Nyalah kamu di kembalikan.’ Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari pesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu. Bahkan, kamu mengira bahwa Allah mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangka kamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Jika mereka bersabar (bernama azab), maka nerakalah tempat diam mereka. Dan, jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.” (Fusshilat: 19-24) .

            Tatkala dilaksanakan hisab, sedang tidak ada para saksi untuk perhitungan itu, tiba-tiba lidah mereka kelu, tidak dapat berbicara, padahal dulu digunakan untuk berdusta, merekayasa, dan mengolok-olok. Maka, tampillah pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka untuk merespon Tuhannya dengan taat dan pasrah. Semuanya mengisahkan diri mereka ihwal perkara yang mereka anggap tersembunyi semasa hidupnya, dan merasa aman dari pengawasan Allah, dan mereka mengira Allah tidak melihatnya, dan Allah Dzat Yang Maha Melihat.

            Bukankah Allah yang telah menciptakan lidah dapat bertutur, maka tiada alasan bagi kekuasaan_Nya tidak kuasa menjadikan anggota selain lidah dapat berbicara akan apa ang dilakukannya. Di hari kiamat Allah lewat kuasa_Nya Allah memberi kemampuan kepada segala sesuatu untuk dapat berbicara. Dan semuanya bercerita, berkata dan menjelaskan.

Di sana tiada lagi celaan. Di sana tiada lagi alasan. Biasanya orang yang mengemukakan alasan dengan berbagai tipu daya dan samarannya mengharapkan maaf dan kerelaan setelah melenyapkan beberapa penyebab kebencian. Kini, pintu alasan telah tertutup. Tiada maaf dan kerelaan yang menjadi buah pemberian alasan dan tiada lagi yang mampu memberian kesaksian kecuali tangan berkata tentang apa yang dilakukannya dan kaki berkata kemana saja dia melangkah. “Pada hari itu pula Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka. Dan mereka tahu bahwa Allah Mahan Benar dan Maha Menjelaskan”.(Q.S. An_Nur: 25)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: